Dok, apakah dokter kecantikan itu juga termasuk dalam kategori dokter kulit? Atau beda jalur pendidikan?
Apakah dokter kecantikan termasuk dokter kulit?
Tidak selalu. Seorang dokter kecantikan bisa saja dokter kulit (Sp.KK) yang bersertifikat, tetapi bisa juga dokter umum yang mengambil kursus estetika. Sebaliknya, tidak semua dokter kulit mau melakukan prosedur kecantikan.
đź’„ 2. Dokter Umum dengan Pelatihan Estetika
Ini adalah dokter yang sudah lulus pendidikan kedokteran umum, lalu mengikuti pelatihan atau kursus estetika. Mereka bisa melakukan:
• Facial medis
• Suntik vitamin
• Botox dan filler
• Perawatan anti-aging
Mereka disebut “dokter kecantikan” karena fokusnya pada penampilan dan estetika, bukan penyakit kulit. Walaupun banyak yang kompeten, mereka bukan spesialis kulit, jadi untuk kasus medis yang kompleks, tetap disarankan ke Sp.KK.
đź§ Kesimpulan:
• Dokter kecantikan bisa saja dokter kulit, tapi tidak semua dokter kecantikan adalah Sp.KK.
• Dokter kulit belum tentu dokter kecantikan, karena ada juga Sp.KK yang hanya fokus pada penyakit kulit dan tidak melakukan prosedur estetika.
Apakah dokter kecantikan termasuk dokter kulit?
Tidak selalu. Seorang dokter kecantikan bisa saja dokter kulit (Sp.KK) yang bersertifikat, tetapi bisa juga dokter umum yang mengambil kursus estetika. Sebaliknya, tidak semua dokter kulit mau melakukan prosedur kecantikan.
🩺 1. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK)
Ini adalah dokter yang sudah menyelesaikan pendidikan spesialis di bidang dermatologi dan venereologi. Mereka ahli dalam menangani penyakit kulit, rambut, kuku, dan kelamin, seperti:
• Jerawat parah
• Eksim, psoriasis
• Infeksi jamur atau virus
• Alergi kulit
• Kanker kulit
Banyak dokter Sp.KK juga mendalami estetika medis, seperti laser, botox, filler, dan chemical peeling. Jadi, kalau kamu bertemu dokter kecantikan yang juga Sp.KK, itu berarti dia punya latar belakang medis yang sangat kuat.
đź’„ 2. Dokter Umum dengan Pelatihan Estetika
Ini adalah dokter yang sudah lulus pendidikan kedokteran umum, lalu mengikuti pelatihan atau kursus estetika. Mereka bisa melakukan:
• Facial medis
• Suntik vitamin
• Botox dan filler
• Perawatan anti-aging
Mereka disebut “dokter kecantikan” karena fokusnya pada penampilan dan estetika, bukan penyakit kulit. Walaupun banyak yang kompeten, mereka bukan spesialis kulit, jadi untuk kasus medis yang kompleks, tetap disarankan ke Sp.KK.
đź§ Kesimpulan:
• Dokter kecantikan bisa saja dokter kulit, tapi tidak semua dokter kecantikan adalah Sp.KK.
• Dokter kulit belum tentu dokter kecantikan, karena ada juga Sp.KK yang hanya fokus pada penyakit kulit dan tidak melakukan prosedur estetika.