Kalau facial dilakukan terlalu sering, apakah ada risiko atau efek samping tertentu yang perlu diwaspadai, dok?
Apa efek sering facial wajah?
Terlalu sering facial (misal, setiap minggu) justru dapat Merusak skin barrier (lapisan pelindung alami kulit), Menyebabkan iritasi dan kemerahan kronis dan Membuat kulit menjadi lebih sensitif.
💬 “Dok, boleh nggak sih facial tiap minggu?”
Jawaban saya: boleh, tapi tidak disarankan terlalu sering.
Facial memang bermanfaat untuk membersihkan, menutrisi, dan menyegarkan kulit. Tapi kalau dilakukan terlalu sering—misalnya setiap minggu tanpa jeda—justru bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
⚠️ Efek jika facial terlalu sering:
1. Skin barrier rusak
Lapisan pelindung alami kulit bisa terganggu karena terlalu sering dieksfoliasi atau diberi bahan aktif. Akibatnya, kulit jadi mudah kering, perih, dan rentan terhadap polusi atau bakteri.
2. Iritasi dan kemerahan kronis
Kulit bisa mengalami peradangan ringan yang terus-menerus, terutama jika facial melibatkan ekstraksi atau peeling.
3. Kulit menjadi lebih sensitif
Kulit yang terlalu sering dirangsang bisa kehilangan toleransi terhadap produk skincare, bahkan yang sebelumnya cocok.
🌿 Saran dari saya sebagai dokter kecantikan:
✅ 1. Kenali jenis kulitmu dulu
Kulit berminyak, kering, sensitif, atau kombinasi punya kebutuhan yang berbeda. Facial yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk yang lain.
📆 2. Frekuensi ideal facial:
• Kulit normal/kombinasi: 1x setiap 4 minggu
• Kulit berminyak/berjerawat: 1x setiap 2–3 minggu (dengan pengawasan)
• Kulit sensitif: 1x setiap 6 minggu atau sesuai rekomendasi dokter
🧴 3. Gunakan skincare harian yang mendukung
Facial bukan satu-satunya cara merawat kulit. Rutinitas harian seperti pembersih lembut, pelembap, dan sunscreen jauh lebih penting untuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang.
🧘♀️ 4. Dengarkan kulitmu
Kalau setelah facial kulit terasa perih, kering, atau makin sensitif, itu tanda bahwa frekuensinya perlu dikurangi atau jenis facial-nya perlu disesuaikan.
“Saya selalu bilang ke pasien: perawatan kulit itu bukan soal sering, tapi soal tepat. Kulit yang dirawat dengan bijak akan memberi hasil yang cantik dan sehat, bukan hanya glowing sesaat.”
Apa efek sering facial wajah?
Terlalu sering facial (misal, setiap minggu) justru dapat Merusak skin barrier (lapisan pelindung alami kulit), Menyebabkan iritasi dan kemerahan kronis dan Membuat kulit menjadi lebih sensitif.
💬 “Dok, boleh nggak sih facial tiap minggu?”
Jawaban saya: boleh, tapi tidak disarankan terlalu sering.
Facial memang bermanfaat untuk membersihkan, menutrisi, dan menyegarkan kulit. Tapi kalau dilakukan terlalu sering—misalnya setiap minggu tanpa jeda—justru bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
⚠️ Efek jika facial terlalu sering:
1. Skin barrier rusak
Lapisan pelindung alami kulit bisa terganggu karena terlalu sering dieksfoliasi atau diberi bahan aktif. Akibatnya, kulit jadi mudah kering, perih, dan rentan terhadap polusi atau bakteri.
2. Iritasi dan kemerahan kronis
Kulit bisa mengalami peradangan ringan yang terus-menerus, terutama jika facial melibatkan ekstraksi atau peeling.
3. Kulit menjadi lebih sensitif
Kulit yang terlalu sering dirangsang bisa kehilangan toleransi terhadap produk skincare, bahkan yang sebelumnya cocok.
🌿 Saran dari saya sebagai dokter kecantikan:
✅ 1. Kenali jenis kulitmu dulu
Kulit berminyak, kering, sensitif, atau kombinasi punya kebutuhan yang berbeda. Facial yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk yang lain.
📆 2. Frekuensi ideal facial:
• Kulit normal/kombinasi: 1x setiap 4 minggu
• Kulit berminyak/berjerawat: 1x setiap 2–3 minggu (dengan pengawasan)
• Kulit sensitif: 1x setiap 6 minggu atau sesuai rekomendasi dokter
🧴 3. Gunakan skincare harian yang mendukung
Facial bukan satu-satunya cara merawat kulit. Rutinitas harian seperti pembersih lembut, pelembap, dan sunscreen jauh lebih penting untuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang.
🧘♀️ 4. Dengarkan kulitmu
Kalau setelah facial kulit terasa perih, kering, atau makin sensitif, itu tanda bahwa frekuensinya perlu dikurangi atau jenis facial-nya perlu disesuaikan.
“Saya selalu bilang ke pasien: perawatan kulit itu bukan soal sering, tapi soal tepat. Kulit yang dirawat dengan bijak akan memberi hasil yang cantik dan sehat, bukan hanya glowing sesaat.”