🩺 Bruntusan di Dagu: Kenapa Bisa Muncul dan Cara Mengatasinya dari Perspektif Medis & Humanis

Pernah nggak kamu merasa risih karena tiba-tiba muncul bruntusan kecil di dagu? Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal menurut pengalaman saya sebagai dokter kecantikan, bruntusan di dagu bisa menjadi petunjuk bahwa ada sesuatu yang terjadi di balik permukaan kulitmu. Tidak hanya soal estetika, jerawat kecil di area dagu sebenarnya bisa menandakan ketidakseimbangan internal maupun gangguan dari luar.
Kenali Penyebab Bruntusan di Dagu
Banyak yang belum tahu, area dagu itu salah satu “hormonal zone” di wajah. Jadi wajar saja kalau kamu sering melihat bruntusan muncul ketika menjelang haid atau sedang menghadapi tekanan/stres berat—ini akibat fluktuasi hormon androgen yang bikin kelenjar minyak jadi lebih aktif. Lebih banyak minyak = lebih mudah folikel kulit tersumbat.
Belum lagi, penumpukan sebum (minyak wajah) dan sel kulit mati di sekitar folikel rambut bisa mempercepat proses terbentuknya bruntusan atau komedo mikro, yang kadang nyaris nggak kelihatan. Sering juga lho, pemakaian produk skincare atau makeup yang terlalu berat (komedogenik) dan kurang bersih saat membersihkannya, jadi pemicu utamanya.
Fenomena #Maskne — jerawat akibat gesekan masker atau bahkan kerah baju di area dagu — juga ikut menyumbang munculnya bruntusan, terutama selama kamu harus mengenakan masker dalam waktu lama.
Dan jangan lupakan faktor lifestyle: Kurang tidur, pola makan tinggi gula, serta kebiasaan menyentuh dagu atau wajah tanpa mencuci tangan, sering kali jadi biang kerok yang jarang disadari.
Pendekatan Medis serta Perawatan Sehari-hari
Tidak perlu panik dulu—dengan langkah tepat, bruntusan di dagu bisa selesai dan tidak terjadi supaya tidak makin parah!
1. Skincare dengan Pendekatan Medis
- Pilih cleanser lembut tanpa surfaktan keras supaya pH kulit tetap seimbang dan tidak iritasi.
- Eksfoliasi ringan 2-3 kali seminggu dengan BHA (salicylic acid) membantu membersihkan pori secara mendalam dan mencegah sumbatan baru.
- Gunakan pelembap dengan ceramide atau niacinamide agar skin barrier tetap kuat sehingga kulit lebih tahan terhadap iritasi luar.
- Jangan skip sunscreen non-comedogenic setiap pagi, apapun cuacanya—perlindungan dari UV adalah kunci mempercepat perbaikan kulit.
2. Intervensi Klinik untuk Hasil Lebih Optimal
Untuk kasus membandel, chemical peeling ringan bisa mempercepat regenerasi kulit dan membantu membersihkan sumbatan. Beberapa pasien juga mendapatkan manfaat dari terapi laser genesis atau IPL untuk mengurangi produksi minyak dan inflamasi di kulit.
Konsultasikan juga ke dokter kulit untuk penyesuaian obat topikal, seperti clindamycin, adapalene, atau benzoyl peroxide jika perlu—karena resep ini tetap harus dalam pengawasan profesional.
3. Konsistensi & Edukasi Adalah Kunci
Pasien sering kali ingin hasil instan, padahal menjaga kulit sehat itu soal perjalanan, bukan tujuan sesaat. Edukasi diri dan konsistensi dalam perawatan serta menjaga gaya hidup sehat merupakan kunci utama agar bruntusan tidak mudah kambuh.
🌿 Sadarilah, kulit adalah refleksi dari apa yang terjadi di dalam tubuh dan rutinitas harian kita. Dengan pemahaman menyeluruh dan strategi perawatan personal yang tepat, bruntusan di dagu bukan hanya bisa menjadi samar, tapi juga bisa tidak terjadi dan selesai dari akarnya. Jadi, jangan cuma fokus pada solusi instan—berikan tubuh dan kulitmu waktu serta dukungan terbaik untuk benar-benar sehat!
Leave A Comment